know yet do later – issengi jolo’

March 7, 2008

Single vs Multi Vendor

Filed under: Opini — by awalindah @ 10:58 pm

Pada masa seperti sekarang ini perkembangan dunia informasi dan teknologi masih terus terjadi baik dari segi software maupun hardwarenya. Dapat kita ibaratkan seperti snow ball di mana sistem itu terus berkembang ditambah masalah yang semakin rumit dan kompleks. Termasuk masalah sumber resiko keamanan baik itu dari sistem (software & hardware), user bahkan administrator sekalipun bisa menjadi sumber celah keamanan. Meski kita ketahui user merupakan sisi yang paling lemah dalam msalah keamanan namun administrator tentu memiliki efek lebih besar dalam menimbulkan kerusakan karena dia yang bersentuhan langsung dengan ‘organ dalam’ sistem kita. Akan tetapi bila administrator memiliki kemampuan mengelola dan menjaga sistem yang dia rawat maka langkah-langkah troubleshooting akan lebih lancar.


Administrator yang bekerja di sebuah perusahaan sebaiknya bukan hanya dikerjakan oleh satu dua orang saja apalagi perusahaan bersangkutan memiliki jaringan yang luas dan kompleks serta dituntut agar sistem itu berjalan terus untuk melayani pelanggan. Urusan tersebut diberikan kepada beberapa orang yang dipercaya baik dari segi kemampuan maupun attitude yang mereka miliki. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kemungkinan administrator yang satusedang mengalami masalah sehingga tidak sempat mengurus ‘bayinya’ untuk beberapa waktu atau dia ‘punya itikad tidak baik pada perusahaan tempat ia bekerja’ maka urusan pengelolaannnya diberi kepada orang yang sama-sama mengerti sistem itu. Meski kita pikirkan hal ini membutuhkan cost yang lebih tinggi tetapi dengan kalkulasi cost itu dibanding dari harga dari berjalannya sistem itu tentu kita berani dan punya alasan kuat memakai beberapa skill administrator.
Begitu pula dengan masalah variasi vendor yang kita jadikan pihak penyuplai resource jaringan baik itu hardware maupun software. Dalam hal ini jika dimungkinkan penyuplai itu lebih dari satu dan memiliki perbedaan keandalan perangkat yang tidak terlalu besar maka hendaknya kita memilih beberapa vendor yang reliable. Hal ini dimaksudkan untuk

1.
Menghindari efek ketergantungan pada sebuah vendor sehingga vendor yang bersangkutan tidak bisa berbuat macam-macam yang bisa mengancam sistem yang berjalan kita.
2.
Masalah biaya bisa menjadi pertimbangan dalam memilih perangkat pendukung sistem di mana antar harga satu vendor dengan vendor lain berbeda. Namun kita tetap memeprtimbangkan keandalan dan trust kita kepada vendor dan perangkat yang mereke miliki.
3.
Selain itu kita menghindari imbas dari monopoli yang biasanya ingin dilakukan oleh vendor-vendr yang besar.

Penerapan kebijakan satu vendor pada sistem yang kita miliki memiliki beberapa keuntungan di antaranya ;

1.
Administrator tidak perlu menguasai beberapa modul atau beberapa standar operasi yang berbeda antara sebuah vendor dengan vendor lain. Sehingga administrator dapat lebih focus dan berkonsentrasi unutk meningkatkan perfomansi mesin yang ia kuasai dari vendor tertentu.
2.
Masalah matching antar satu perangkat dengan perangkat lain yang berasal dari vendor yang berbeda tentu menjadi kendala tertentu apabila kita penganut paham multi vendor. Tetapi bila kita menggunakan prinsip singlevendor maka masalah ini akan diminimalisir karena standar produk dari sebuah vendor tentu telah dipikirkan dengan baik oleh vendor tersebut.

Sebagai Setelah saya menimbang-nimbang tentang prinsip apa yang hendaknya kita terapkan pada sistem kita maka saya menganut paham multi vendor dengan pertimbangan cost, variasi dan kreativitas dari administrator yang kita miliki. Serta pertimbangan tebang pilih dari berbagai produk vendor yang ada.

No Comments Yet »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Powered by WordPress.com